ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PRAKTIK PINJAMAN ONLINE ILEGAL DI INDONESIA

Authors

  • Naek Efendi Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
  • Hasnah Aziz Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
  • Asep Mulyana Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
  • Tugimin Harjotaruno Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
  • Dadang Rachmat Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
  • Juhana Nuryana Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang

DOI:

https://doi.org/10.47353/bj.v6i3.495

Keywords:

Consumer Protection, Illegal Online Lending, Fintech Lending, Banking Law, Financial Services Authority

Abstract

Abstract

The development of financial technology (fintech) lending in Indonesia has brought significant transformation in financial service access, yet simultaneously raised serious problems regarding the proliferation of illegal online lending practices. These practices involve misuse of consumers personal data, digital intimidation, exorbitant interest rates, and various actions that substantially harm consumers. This article aims to analyze juridically the legal protection framework for consumers against illegal online lending practices in Indonesia. The research method used is qualitative with a normative-empirical legal approach. Data was collected through studies of legislation, court decisions, Financial Services Authority reports, and scientific literature studies. The results show that consumer protection against illegal online lending practices faces multidimensional challenges, including regulatory weaknesses that do not comprehensively regulate digital lending aspects, law enforcement limitations due to the transnational nature of perpetrators, and low consumer financial literacy. This article recommends the need for harmonization of legislation, strengthening of cross-institutional cooperation, and revitalization of consumer education to create an online lending ecosystem that effectively protects consumer rights.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arner, Douglas W., J. Barberis, dan Ross P. Buckley. (2016). The Evolution of Fintech: A New Post-Crisis Paradigm. Georgetown Journal of International Law, Vol. 47, No. 4, Hal. 1271-1319.

Asshiddiqie, Jimly. (2009). Pengantar Hukum Tata Negara Jelaskan Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Atmasasmita, Romli. (2012). Sistem Peradilan Pidana Perspektif Eksistensialisme dan Abolisionisme. Bandung: Mandar Maju.

Cappelletti, Mauro dan Bryant Garth. (1978). Access to Justice: The Newest Wave in the Worldwide Movement to Make Rights Effective. Buffalo Law Review, Vol. 27, No. 2, Hal. 181-292.

Gunningham, Neil dan Peter Grabosky. (1998). Smart Regulation: Designing Environmental Policy. Oxford: Clarendon Press.

Hadjon, Philippus M. (1987). Perlindungan Hukum bagi Rakyat di Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.

Indonesia Corruption Watch. (2021). Laporan Kajian Pinjaman Online Ilegal di Indonesia: Modus, Dampak, dan Rekomendasi Kebijakan. Jakarta: Indonesia Corruption Watch.

Kansil, Christine S.T. dan Cosmas R. Kansil. (2003). Hukum Perbankan Indonesia. Jakarta: Pradnya Paramita.

Komisi Informasi Republik Indonesia. (2020). Laporan Tahunan Komisi Informasi Republik Indonesia 2020. Jakarta: Komisi Informasi.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2022). Putusan Mahkamah Agung Nomor 1234 K/Pid.Sus/2022. Jakarta: Mahkamah Agung.

Marbun, Bonar N. (2008). Politik Hukum di Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2019). Statistik Fintech Lending di Indonesia 2019. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Annual Report Otoritas Jasa Keuangan 2023. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.

Pemerintah Republik Indonesia. (1992). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 31. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 71. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 122. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 157. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Stabilitas Sistem Keuangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 61. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (2021). Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 567/Pid.B/2021/PN.Jkt.Pst. Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. (2022). Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 89/PID/2022/PT.DKI. Jakarta: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Rahardjo, Satjipto. (2009). Penegakan Hukum Progresif. Yogyakarta: Genta Publishing.

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Perubahan Keempat Tahun 2002. Jakarta: Sekretariat Negara.

Salim, H.S. (2013). Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW). Jakarta: Sinar Grafika.

Shidarta. (2015). Hukum Perlindungan Konsumen: Konsep dan Harapan. Yogyakarta: Genta Publishing.

Subekti. (2014). Aneka Perjanjian. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Sunggono, Bambang. (2015). Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Surbakti, Ramlan. (2010). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Grasindo.

The Asia Foundation. (2020). Digital Lending in Southeast Asia: Consumer Protection and Regulatory Challenges. Manila: The Asia Foundation.

Wirjono Prodjodikoro. (2003). Hukum Perdata di Indonesia. Bandung: Sumur Bandung.

World Bank. (2019). Financial Inclusion and Fintech in Indonesia: Opportunities and Challenges. Washington DC: World Bank Group.

Zetzsche, Dirk A., Ross P. Buckley, Douglas W. Arner, dan Janos Barberis. (2017). From FinTech to TechFin: The Regulatory Challenges of Data-Driven Finance. New York University Journal of Law and Business, Vol. 14, No. 2, Hal. 393-446.

Downloads

Published

2026-05-12

How to Cite

Naek Efendi, Hasnah Aziz, Asep Mulyana, Tugimin Harjotaruno, Dadang Rachmat, & Juhana Nuryana. (2026). ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PRAKTIK PINJAMAN ONLINE ILEGAL DI INDONESIA. Berajah Journal, 6(3), 794–802. https://doi.org/10.47353/bj.v6i3.495