EKSISTENSI DAN PENGARUH HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN HUKUM NASIONAL DI INDONESIA
DOI:
10.47353/bj.v7i1.702Published:
2026-08-20Downloads
Abstract
This study examines the existence of Islamic law, the forms and mechanisms of its influence on the formation of Indonesian national law, and its position within the Pancasila-based rule of law and Indonesian legal pluralism. This normative legal research employs statutory, conceptual, historical, and legal-political approaches. Legal materials are qualitatively analyzed through legal interpretation, systematization, conceptual comparison, and legal argumentation. The findings demonstrate that Islamic law has a multilayered existence as a religious norm, living law, a material source of law, and, after undergoing legally recognized processes, part of positive national law. Its application in family law, Religious Courts, waqf, zakat, Islamic economics, halal product assurance, and Aceh's special autonomy reveals a selective, multi-path, multi-actor, multilevel, adaptive, and cyclical transformation. This study develops a Selective Transformation Model of Islamic Law, encompassing substantive, normative-formal, institutional, administrative-regulatory, adjudicative-constitutional, and territorial transformations through substantive, procedural, and constitutional legitimacy. Pancasila and the 1945 Constitution function as the constitutional integrative framework governing such transformation within Indonesia's plural legal system.
Keywords:
Islamic Law National Law Legal Politics Legal Transformation Pancasila Legal PluralismReferences
Buku
Lukito, R. (2013). Legal Pluralism in Indonesia: Bridging the Unbridgeable. London: Routledge.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana.
Nurlaelawati, E. (2010). Modernization, Tradition and Identity: The Kompilasi Hukum Islam and Legal Practice in the Indonesian Religious Courts. Amsterdam: Amsterdam University Press.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers.
Jurnal dan Artikel Ilmiah
Abbas, S., & Murziqin, R. (2021). Sharia-Based Regional Regulations in the Indonesian National Law System. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 9(3), 529–548. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v9i3.673.
Anggraeni, R. R. D. (2023). Islamic Law and Customary Law in Contemporary Legal Pluralism in Indonesia: Tension and Constraints. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 23(1). https://doi.org/10.15408/ajis.v23i1.32549.
Apriani, N. (2022). Aktualisasi Kedudukan Hukum Islam dalam Perspektif Hukum Nasional Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 3(2), 133–147. https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i2.185.
Djawas, M., Nurdin, A., Zainuddin, M., Idham, I., & Idami, Z. (2024). Harmonization of State, Custom, and Islamic Law in Aceh: Perspective of Legal Pluralism. Hasanuddin Law Review, 10(1), 64–82. https://doi.org/10.20956/halrev.v10i1.4824.
Griffiths, J. (1986). What Is Legal Pluralism? The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 18(24), 1–55. https://doi.org/10.1080/07329113.1986.10756387.
Hamdi, S., Andhika, M. R., Rahimi, & Ikhwan, M. (2023). The Integration of Pancasila and Islamic Law in Indonesia: Community Practices in Aceh and West Sumatra. Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan, 10(2). https://doi.org/10.32505/qadha.v10i2.6874.
Hariri, A., & Babussalam, B. (2024). Legal Pluralism: Concept, Theoretical Dialectics, and Its Existence in Indonesia. Walisongo Law Review (Walrev), 6(2), 146–170. https://doi.org/10.21580/walrev.2024.6.2.25566.
Hasani, I., Halili, H., & Qodir, Z. (2026). Legal Pluralism or Constitutional Fragmentation: Is Sharia in Aceh Challenging Indonesia's Legal Unity? PETITA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah, 11(1), 306–326. https://doi.org/10.22373/petita.v11i1.1070.
Ilhami, H. (2020). Relevansi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22/PUU-XV/2017 dalam Upaya Mencegah Perkawinan Usia Anak. Jurnal Konstitusi, 17(2), 284–308. https://doi.org/10.31078/jk1723.
Lahuri, S. bin, Pranoto, M. R., Kamaluddin, I., Syamsuri, Cahyo, E. N., & Yusuf, M. (2025). Halal Certification Governance in Indonesia: An Islamic Legal Appraisal Based on Maṣlaḥah Principles. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 24(2), 233–247. https://doi.org/10.31958/juris.v24i2.15411.
Ma'rifah, N. (2019). Positivisasi Hukum Keluarga Islam sebagai Langkah Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia: Kajian Sejarah Politik Hukum Islam. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 13(2), 243–257.
Merry, S. E. (1988). Legal Pluralism. Law & Society Review, 22(5), 869–896.
Rohmah, S. (2018). Rekonstruksi Teoritis Penyerapan Hukum Islam ke Dalam Hukum Nasional di Indonesia. Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 12(1), 85–100. https://doi.org/10.21111/ijtihad.v12i1.2548.
Ulum, M., Muazzaroh, F., Mahmudah, M., Maghfur, I., & Ahmad, A. (2024). Islamic Studies Update: Examining the Sharia Court in Aceh in the Perspective of Legislation in Indonesia. International Journal of Nusantara Islam, 12(2), 276–285. https://doi.org/10.15575/ijni.v12i2.44815.
Umam, K. (2016). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012 bagi Penyelesaian Sengketa Bisnis dan Keuangan Syariah. Jurnal Konstitusi, 12(4), 691–715. https://doi.org/10.31078/jk1242.
Umar, N., Mawardi, I., Tsuji, A., & Haryanti, T. (2023). Reproduction of Islamic Law in The Era of Globalization and Pluralism. Jurnal Hukum dan Peradilan, 12(3), 629–654. https://doi.org/10.25216/jhp.12.3.2023.629-654.
Yulianti, R. T. (2003). Positivisasi Hukum Islam di Indonesia. Unisia, 26(48), 214–217. https://doi.org/10.20885/unisia.vol26.iss48.art11.
Peraturan Perundang-undangan dan Instrumen Hukum
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana telah beberapa kali diubah.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal sebagaimana telah diubah berdasarkan peraturan perundang-undangan mengenai Cipta Kerja.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah.
Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.
Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat.
Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat sebagaimana telah diubah dengan Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2025.
Putusan Pengadilan
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 86/PUU-X/2012.
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 93/PUU-X/2012.
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 22/PUU-XV/2017.
License
Copyright (c) 2026 Irwan Soeharlim, Mustofa Kamil, Muhammad Ruhunussa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





