ANALISIS KESESUAIAN PERIZINAN BERUSAHA TERHADAP RENCANA TATA RUANG DI KABUPATEN BANGKA TENGAH
DOI:
10.47353/bj.v6i4.698Published:
2026-08-17Downloads
Abstract
Final Project Report entitled “Analysis of the Compliance of Business Licences with the Spatial Plan in Central Bangka Regency”. This report is based on the premise that business licences which do not comply with the Regional Spatial Plan (RTRW) can lead to conflicts over land use and hinder regional spatial planning control. The process of assessing the compliance of land use in business licences in Bangka Tengah Regency has so far been carried out manually, which is time-consuming and prone to inaccuracies in spatial analysis. The aim of this final-year project is to develop a digital geographic information system capable of visualising the locations of business permits and monitoring their compliance with the spatial plan, in order to streamline the work of the spatial use compliance approval unit. This report utilises spatial analysis using the overlay method, which involves superimposing maps of business permit locations onto spatial planning maps using ArcMap to produce a classification of spatial compliance levels. The results of this processing are then visualised on the ArcGIS Dashboard, which displays interactive maps, graphs and statistical indicators of spatial compliance. System design was carried out through general system analysis and design, including data flow diagrams and input and output designs. The research methods comprised field studies—namely observation and case studies—as well as a review of the literature relevant to the research problem. The research results indicate that the developed system facilitates the retrieval of spatial compliance information and accelerates decision-making regarding land use control in a more effective and efficient manner.
Keywords:
Digital Maps Spatial Suitability Business Licensing Overlay ArcGISReferences
Abidin, H. Z. (2007). Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. Jakarta: Pradnya Paramita
Akni, Y., Herawati, A. R., & Hariani, D, (2022). Efektivitas Sistem Online Single Submission (OSS) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blora. Journal of Public Policy and Management Review, 11(1), 138–153.
Arwani, I., Putra, W. H. N., Hamdi, G., & Dzulkarnain, T, (2022). Perancangan dan implementasi sistem informasi deteksi kesesuaian pemanfaatan ruang berbasis web dengan fitur geo-Intersection pada PostGIS. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 9(5), 1065–1074.
Atlas. (2025). Glossary: Suitability analysis. https://atlas.co/glossary/suitability-analysis/
Badan Informasi Geospasial. (2013). Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013 (SRGI 2013). Cibinong: Badan Informasi Geospasial.
Badan Koordinasi Penanaman Modal. (2021). Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Fasilitas Penanaman Modal. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 272.
Badan Standardisasi Nasional. (2010). SNI 6502.1:2010 tentang Spesifikasi Penyajian Peta Rupabumi Skala 1:25.000. Jakarta: BSN.
Battersby, S. E., Finn, M. P., Usery, E. L., & Yamamoto, K. H. (2014). Implications of Web Mercator and Its Use in Online Mapping. Cartographica: The International Journal for Geographic Information and Geovisualization, 49(2), 85–101.
Chang, K. T. (2008). Introduction to geographic information systems (Vol. 4). McGraw-Hill.
Devita, R. G., Widjanjanti, K., & Wardoyo, P, (2024). Strategi peningkatan layanan perizinan melalui Online Single Submission (OSS) Risk-Based Approach (OSS RBA) di Jawa Tengah. Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 17(1), 12–23.
ESRI. (2014). Web Mercator: Non-Conformal, Non-Equal Area, Non-Equidistant. Redlands: Environmental Systems Research Institute.
ESRI. (2017). An overview of the overlay toolset. https://desktop.arcgis.com/en/arcmap/latest/tools/analysis-toolbox/an-overview-of-the-overlay-toolset.htm
Handayani, U. N., Soelistijadi, R., & Sunardi. (2005). Pemanfaatan analisis spasial untuk pengolahan data spasial sistem informasi geografi. Dinamik, 10(2).
Husein, R. (2003). Konsep dasar sistem informasi geografis (Geographic Information System). IlmuKomputer.com.
Juhadi & Liesnoor, D. S. (2001). Desain dan Komposisi Peta Tematik. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang dan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 330.
Kumar, M., & Shaikh, R. V. (2013). Site suitability analysis for urban development using GIS based multicriteria evaluation technique: A case study of Mussoorie municipal area, Dehradun. Journal of the Indian Society of Remote Sensing. 417-424
Nirwansyah, A. W. (2017). Dasar sistem informasi geografis dan aplikasinya menggunakan ArcGIS 9.3. Deepublish.
Nugraha, F., Aji Permana (2018). Sistem informasi pemanfaatan ruang Kota Kuningan berbasis WebGIS. Cloud Information, 3(2). https://journal.uniku.ac.id/index.php/cloudinformation/article/view/1233/921
Nurlaila, dkk. (2024). Optimalisasi pelayanan perizinan dengan sistem Online Single Submission (OSS) dalam mempercepat pembangunan di Kota Bima. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 20(3), 66–79.
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pedoman Pemantauan Dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pedoman Audit Tata Ruang Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. (2021). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6617.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. (2021). Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6633.
Prahasta, E. (2009). Sistem informasi geografis: Konsep-konsep dasar. Informatika.
Prihandito, A. (1988). Kartografi. Yogyakarta: Mitra Gama Widya.
Purwanta, dkk. (2024). Pengembangan web mapping application sebagai medium promosi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sektor industri pengolahan di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna, 2(2), 325–330.
Riyanto, Prilnali, E., & Indelarko, H. (2009). Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Berbasis Desktop dan Web. Yogyakarta: Gava Media.
Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi. (2025). OSS RBA. https://oss.go.id/
Sinaga, M. (1995). Kartografi Tematik. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Snyder, J. P. (1987). Map Projections: A Working Manual. U.S. Geological Survey Professional Paper 1395. Washington: United States Government Printing Office.
Sukojo, B. M. (2000). Kartografi Dasar. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (2020). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573
License
Copyright (c) 2026 Regina Dertta Pribadi, Dwi Marsiska Driptufany

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





