PEMBARUAN HUKUM PIDANA KORUPSI PASCA REVISI UU NOMOR 1 TAHUN 2025 ANALISIS YURIDIS ATAS PERLINDUNGAN PEJABAT BUMN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM

Authors

  • Opik Sepriadi Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
  • Siti Humulhaer Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
  • Salman Al Ghifari Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
  • Unggul Budi Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang

DOI:

https://doi.org/10.47353/bj.v6i1.228

Keywords:

Criminal Law on Corruption, Revision of the Anti-Corruption Law, SOE Officials, Business Judgment Rule, law enforcement

Abstract

The amendment to Law No. 1 of 2025 amending Law No. 31 of 1999 on the Eradication of Corruption Offences (the Anti-Corruption Law) introduces new dynamics into Indonesia’s criminal law system regarding corruption, particularly in relation to the management of State-Owned Enterprises (SOEs). This study aims to conduct a legal analysis of the updates to corruption criminal law following the amendment of Law No. 1 of 2025, focusing on the protection of SOE officials and its implications for the effectiveness of law enforcement. Using a normative legal research method with a legislative and conceptual analysis approach, this study found that the revision of Law No. 1 of 2025 introduced a distinction between legitimate business risks and corrupt acts through the strengthening of the business judgment rule and the removal of the status of public officials for SOE officials (Article 9G). Although this amendment provides legal certainty and protection against the criminalisation of business policies that are not malicious in nature, there is a risk of moral hazard and a weakening of the authority of the Corruption Eradication Commission (KPK). This study recommends the need for regulatory harmonisation among law enforcement agencies, the strengthening of internal oversight systems within SOEs, and a re-evaluation of Article 9G to maintain a balance between legal protection and the eradication of corruption.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Chazawi, Adami. Hukum Pidana Korupsi di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005.

Hamzah, Andi. Korupsi di Indonesia: Masalah dan Pemecahannya. Jakarta: Gramedia, 1985.

Lubis, Todung Mulya. Korupsi dalam Krisis. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1995.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2017.

Muladi & Barda Nawawi Arief. Teori-Teori dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni, 1998.

Jurnal Ilmiah

Andriani, R. "Urgensi Pembaruan Hukum Pidana dalam Pencegahan Korupsi BUMN." Jurnal Hukum & Keadilan 15, no. 2 (2024): 113-128.

Atmoko, Dwi & Amalia Syauket. "Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Ditinjau dari Perspektif Dampak Serta Upaya Pemberantasan." Binamulia Hukum 11, no. 2 (2022): 177-191.

Fitriyanti, L. D. & A. Suwandono. "Perampasan aset sebagai sanksi tambahan: Analisis pengembalian kerugian negara dalam penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia." JAKSA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik 3, no. 3 (2025): 13-27.

Herman, H. & R. Rusman. "Perampasan aset dalam perspektif keadilan, manfaat, kepastian hukum serta pemberantasan korupsi." Yustisia Tirtayasa: Jurnal Tugas Akhir 5, no. 1 (2025): 1-25.

Lineleyan, W. A., A. T. Koesoemo & H. Y. A. Bawole. "Tinjauan yuridis tentang perampasan aset tindak pidana korupsi dihubungkan dengan sistem perampasan aset berbasis properti." Lex Administratum12, no. 5 (2024): 6.

Pradipta, Firwanda Sandi & Ermania Widjajanti. "Pembaharuan Hukum Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan BUMN Pasca Revisi UU No. 1 Tahun 2025." Locus Journal of Academic Literature Review 4, no. 2 (2025): 80-90.

Peraturan Perundang-Undangan

Indonesia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2023 tentang Perampasan Aset.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dokumen Resmi dan Laporan

Badan Pembinaan Hukum Nasional. Hasil penyelarasan naskah akademik Rancangan Undang-Undang tentang perampasan aset terkait dengan tindak pidana. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, 2022.

Komisi Pemberantasan Korupsi. Rapor Kinerja KPK 2025: Pemulihan Aset Lampaui Target, Akuntabilitas Lembaga Diperkuat. Jakarta: KPK, 2026.

Mahkamah Konstitusi. Putusan Perkara Nomor 136/PUU-XXIII/2025, 2025.

Pusat Analisis dan Evaluasi Hukum Nasional, Badan Pembinaan Hukum Nasional. Laporan akhir: Analisis dan evaluasi hukum mengenai penegakan hukum tindak pidana korupsi. Kemenkumham RI, 2023.

United Nations. United Nations Convention Against Corruption. New York: United Nations, 2004.

Downloads

Published

2026-04-08

How to Cite

Opik Sepriadi, Siti Humulhaer, Salman Al Ghifari, & Unggul Budi. (2026). PEMBARUAN HUKUM PIDANA KORUPSI PASCA REVISI UU NOMOR 1 TAHUN 2025 ANALISIS YURIDIS ATAS PERLINDUNGAN PEJABAT BUMN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM. Berajah Journal, 6(1), 230–235. https://doi.org/10.47353/bj.v6i1.228

Issue

Section

Article